Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Macromedia's Flash Player. Get the latest flash player.






Jinggle Mopin

 

Sambutan Acara Gerakan Sosialisasi Tahun Edukasi Perbankan

Image

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
IBU HJ. ANI BAMBANG YUDHOYONO
PADA ACARA
GERAKAN SOSIALISASI TAHUN EDUKASI PERBANKAN
MONAS-JAKARTA, 27 JANUARI 2008



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita sekalian,

Yang saya hormati dan saya sayangi Ibu Ida Yusuf Kalla,
Yang saya hormati Gubernur Bank Indonesia beserta Ibu dan jajarannya,
Yang saya hormati Ibu dan Bapak Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Saya melihat di sini ada Ibu Menteri Keuangan dan Bapak Mendiknas.
Yang saya hormati Ibu-ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Priyanto beserta Ibu, para Ketua, para Direksi dan para Direksi Bank dan Lembaga Keuangan Bank-bank,
Yang saya hormati pula para Ketua dan Anggota UKM, para Nasabah Perbankan, para Karyawan dari berbagai-bagai bank yang ada, baik di Jakarta maupun di Indonesia,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Pertama-tama, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nyalah kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat. Saya tahu 11.000 lebih dari karyawan berbagai bank telah menunjukkan solidaritas dan kebersamaannya tadi pagi, yang tadi telah disampaikan oleh Tiya Diran bahwa ini semua tercatat dalam rekor Muri.

Hadirin sekalian,
Sungguh merupakan suatu kebahagiaan tertinggi sendiri bagi saya berada di sini bersama-sama dengan Gubernur BI, para bankers, para nasabah, pengguna jasa perbankan dan masyarakat dalam acara Pencanangan Tahun 2008 Sebagai Tahun Edukasi Perbankan yang sekaligus juga merupakan sosialisasinya.

Acara yang diprakarsai dan dirancang oleh sektor perbankan untuk sektor pendidikan ini, yang kita ketahui keduanya adalah unsur penting dalam pembangunan nasional adalah sebuah kegiatan strategi yang patut memperoleh perhatian dan dukungan kita semua. Kita berharap, bahwa acara yang merefleksikan pertalian kedua sektor ini akan dapat menciptakan sinergi dan nilai tambah bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Saya gembira melihat masyarakat perbankan memiliki kepedulian yang besar terhadap masalah edukasi masyarakat, baik yang terkait dengan edukasi perbankan secara khusus maupun edukasi masyarakat secara umum. Sangat tepat, jika kemudian masyarakat perbankan memiliki inisiatif untuk turut berperan serta memajukan bidang pendidikan di tanah air. Kita patut menyambut niat baik yang telah ditunjukkan oleh masyarakat perbankan ini.

Seperti kita ketahui, bahwa pendidikan adalah sebuah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Melalui pendidikan secara umum, kita dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih handal. Melalui pendidikan perbankan, kita bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk perbankan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik masyarakat pada umumnya maupun sektor perbankan pada khususnya. Kita berharap dengan membekali pengetahuan yang memadai tentang produk perbankan, masyarakat terdorong untuk belajar mengelola keuangan keluarga dengan baik, sehingga akhirnya tercapai kesejahteraannya.

Hadirin sekalian,
Kita menyadari masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal bank. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka terhadap jasa perbankan, sebagai akibat dari lemahnya sosialisasi edukasi perbankan itu sendiri di masa lalu. Oleh karenanya, masih banyak masyarakat kita yang menyimpan uangnya di lemari pakaian misalnya, meminjam uang melalui rentenir, bahkan menggadaikan barang-barangnya kepada tukang tadah. Sebagaimana kata pepatah yang mengatakan, tak kenal, maka tak sayang. Saya berharap program yang kita canangkan pada pagi hari ini, dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengenalkan produk-produk perbankan, berikut jasa dan manfaatnya kepada masyarakat luas.

Diera globalisasi seperti ini, informasi dan teknologi dapat digunakan seluas-luasnya untuk mengedukasi masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk perbankan secara mudah dan cepat, sehingga pemerataan pendidikan dapat lebih cepat pula tercapai. Saya yakin pendidikan merupakan kunci utama sebuah kemajuan. Saya yakin pula dengan pendidikan, kesenjangan yang ada di antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dapat diperkecil.

Dengan perjuangan dan kepedulian bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah, sektor swasta dan masyarakat, Insya Allah suatu saat nanti kesenjangan itu dapat dihapuskan. Oleh karena itu saya kira, sangat relevan dan sejalan, jika masyarakat perbankan memberikan perhatian yang besar kepada pendidikan. Perbankan menjadi tidak saja berkontribusi dalam pembangunan melalui dukungan finansial, sebagaimana yang dilakukan selama ini, namun juga berkontribusi langsung melalui peningkatan upaya pendidikan masyarakat. Kedua hal ini berkaitan dan saling menguntungkan, karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat seiring dengan bertambahnya pengetahuan mereka.

Hadirin sekalian,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan program yang telah dilakukan oleh saya selaku Ibu Negara, Ibu Ida Yusuf Kalla bersama-sama dengan Ibu-ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. Program ini kita beri nama Indonesia Pintar dan telah kita jalankan sejak bulan Mei tahun 2005. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan di luar sekolah kepada anak-anak Indonesia yang kurang mampu, berupa buku-buku bacaan, permainan edukatif, audio visual, dimana melalui televisi ini anak-anak bisa menonton film-film yang sifatnya edukatif juga anak-anak diperkenalkan dengan teknologi melalui komputer. Dengan metode joyful learning, belajar sambil bermain, bermain sambil belajar. Dan dengan dibimbing oleh para tutor, saya berharap anak-anak dan juga tentu saja masyarakat Indonesia secara umum mendapatkan pengetahuan tambahan.

Dengan bantuan pihak-pihak yang perduli akan pendidikan, saat ini kami telah mengoperasikan 38 Mobil Pintar atau Mopin, termasuk 2 unit Mobil Pintar yang diberikan pada bulan Juli 2007 yang lalu oleh BNI. Juga 143 unit Motor Pintar atau kita singkat dengan nama Torpin, 161 unit Rumah Pintar atau Rumpin, dan 1 unit Kapal Pintar yang beroperasi di daerah Maluku, yang tentu saja kesemuanya ini tersebar dari Aceh sampai dengan Papua. Dan bekerja sama dengan pihak lain, kami sedang mempersiapkan juga motor, Kapal Pintar yang akan dioperasikan di wilayah Kalimantan sepanjang Sungai Kapuas. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Indonesia terdiri atas pulau-pulau yang demikian banyaknya, sungai yang besar dan tempat yang demikian jauhnya. Oleh karena itu, Kapal Pintar pun menjadi sebuah solusi yang baik buat masyarakat.

Hadirin sekalian,
Fasilitas yang kita sediakan tadi, diabdikan untuk anak-anak Indonesia dan juga orang-orang tua yang mereka mengantarkan putra-putrinya ke fasilitas ini dan tanpa dipungut biaya atau free of charge. Saya sangat menghargai atas diserahkannya 2 Mobil Pintar, 11.000 lebih buku-buku ditambah dengan 7 unit komputer dari Bank Indonesia yang mewakili masyarakat perbankan. Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat perbankan betul-betul mempunyai kepedulian yang amat tinggi terhadap pendidikan di Indonesia. Untuk itu, atas nama anak-anak Indonesia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat perbankan, Insya Allah 11.000 lebih buku-buku ini akan kami sebarluaskan ke seluruh daerah ke Indonesia dan Mobil Pintar Insya Allah pula pada kesempatan pertama akan segera kami operasionalkan.

Hadirin sekalin,
Sebagai ilustrasi, Mobil Pintar, Motor Pintar, Rumah Pintar dan Kapal Pintar selalu menjadi primadona dimana pun berada, termasuk di daerah-daerah bencana. Karena kami menugaskan Mobil dan Motor Pintar ini untuk menghibur anak-anak di daerah-daerah bencana, selain juga di daerah-daerah yang sudah kita tentukan jadwalnya. Seperti ketika terjadi Gunung Merapi ataupun eruption dari Gunung Merapi, Gunung Kelud, banjir di Jakarta daripada anak-anak bermain, main air, lebih baik mereka membaca, bermain, belajar, di Mobil Pintar.

Kemudian juga ketika gempa bumi terjadi di Yogyakarta, Bengkulu dan Sumatera Barat, bahkan kami pun telah mengirimkan 2 Mobil Pintar ini ke Libanon untuk dioperasikan Pasukan Garuda 23 A yang sekarang dilanjutkan oleh Pasukan Garuda 23B dalam rangka misi kemanusiaan, sekaligus sebagai suatu bentuk soft power yang efektif. Pada bulan Juli 2007 yang lalu, di Beijing, saya mendapatkan kehormatan untuk memaparkan Program Indonesia Pintar ini di depan Forum Asia Pacific Regional Conference in Support of Global Literacy yang diselenggarakan oleh UNESCO. Alhamdulillah, masyarakat internasional pun memberikan apresiasi terhadap program tersebut.

Hadirin sekalian,
Saya berpendapat bahwa program edukasi perbankan yang dicanangkan insya Allah sebentar lagi, sejalan dengan Program Indonesia Pintar yang kami jalankan, karena sama-sama bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sosialisasi, edukasi perbankan yang bekerja sama dengan Indonesia Pintar, diharapkan kelak juga mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat mengenai pentingnya peran perbankan dalam meningkatkan perekonomian nasional.

Saya menyambut gembira atas ditandatanganinya berbagai MoU yang telah kita saksikan bersama tadi. Dan khusus yang bersama-sama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, dengan prinsip to reach the unreach, menjangkau yang tidak terjangkau. Saya berharap Program Indonesia Pintar dapat benar-benar bersinergi dengan edukasi perbankan, menjangkau masyarakat Indonesia sampai ke pelosok negeri. Memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka, pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidupnya.

Seperti kita ketahui, bahwa masih cukup banyak masyarakat Indonesia yang kurang beruntung dalam hidupnya, seperti mereka yang tinggal dari jauh, yang jauh dari kemajuan, atau sering disebut dengan daerah tertinggal, atau mereka-mereka yang tinggal di dekat perkotaan, tetapi tidak cukup dana untuk memperoleh pendidikan yang memadai. Karenanya dengan tercapainya MoU antara SIKIB dan BI tadi, diharapkan upaya yang telah kita lakukan bersama ini kelak dapat menghadirkan kemajuan kepada mereka. Dan saya pikir MoU yang dilakukan oleh banyak insan perbankan tadi, dengan juga mitra kerjanya, pasti mempunyai dampak yang positif bagi masyarakat. Dan kita berharap tentu saja ke depan masih banyak lagi kerjasama yang seperti ini, antara pihak perbankan dan juga mitra kerjanya sehingga kehadiran dari bank itu sendiri benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Khusus kepada para Direksi Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank, saya sampaikan sekali lagi, masih banyak bagian dari masyarakat kita yang berpotensi untuk berperan serta dalam pembangunan melalui pemanfaatan berbagai produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. UMKM yang demikian banyaknya jutaan yang tersebar di Indonesia, mereka pun menanti kehadiran modal-modal bagi mereka untuk mengembangkan dan membesarkan usahanya.

Karena industri perbankan merupakan industri jasa pelayanan, dan masyarakat selaku nasabah adalah pasarnya, maka saya menghimbau agar kiranya pihak perbankan mampu meningkatkan kualitas pelayanannya dan memberikan rasa aman bagi nasabahnya. Saya yakin melalui pelayanan yang baik dan kemudahan yang diberikan, maka akan lebih banyak lagi masyarakat yang mau menggunakan jasa perbankan.

Dan kita juga patut memberikan tepuk tangan kepada anak-anak yang menyanyikan lagu “Ayo Ke Bank”, mereka-mereka ini adalah Insya Allah menjadi bankers-bankers di masa yang akan datang, pengganti dari pada Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur BI dan jajarannya, masyarakat perbankan, Lembaga Keuangan Non Bank dan jajarannya, serta masyarakat pendukung yang memprakarsai acara ini. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik, dan mampu mencapai tujuannya, terutama dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.

Akhirnya seraya mengharap ridho dari Allah SWT, dengan mengucap ”Bismillahirrahmanirrahim”, dengan resmi saya canangkan Tahun 2008 Sebagai Tahun Edukasi Perbankan.


Wabillahitaufik walhidayah assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan

 



© Copyright 2008 Mobil Pintar - Tunas Bangsa. All rights reserved. design by icreativelabs. hosting by masterwebnetwork

mod_vvisit_counterHari ini
227
mod_vvisit_counterKemarin
258
mod_vvisit_counterMinggu ini
875
mod_vvisit_counterBulan ini
5684
mod_vvisit_counterTotal
618777