|
Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Macromedia's Flash Player. Get the latest flash player. |
| Workshop Pengembangan Program Mobil Pintar Untuk Daerah Tertinggal, Konflik dan Rawan Bencana |
|
Jakarta (06/08) Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) bekerjasama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menyelenggarakan workshop Pengembangan Program Mobil Pintar untuk Daerah Tertingal, Daerah Paska Konflik, dan Daerah Rawan Bencana pada tanggal 6 – 8 Agustus 2009 bertempat di Gedung D Ditjen Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Tujuan dari diselenggarakannya program ini adalah untuk menyusun strategi pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran Mobil Pintar untuk daerah tertinggal, daerah pasca konflik dan daerah rawan bencana. Keberadaan program edukasi ini sangat penting, mengingat bahwa daerah-daerah tersebut (derah tertinggal, daerah paska konflik, dan daerah rawan bencana) memerlukan strategi penanganan edukasi yang berbeda. Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd selaku Ketua Harian KNIU, Dr. Hamid Muhammad, Direktur Jendral PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Departemen Pendidikan Nasional, dan Ibu Anton Apriantono (SIKIB). Sementara sebagai narasumber adalah : Ibu Okke Hatta Rajasa (SIKIB), Ibu Sri Kusmayanto (SIKIB), Ibu Laily Nuh (SIKIB), Ibu Arita Jusman S.D (SIKIB), Ibu Agustina Hendriati (Tim Psikologi), Ir. Yani Trisnawati (Narasumber untuk Program Daerah Rawan Bencana), Irfan Amalee (Narasumber untuk Daerah Paska Konflik), dll Tujuan dari pengembangan program mobil pintar pada daerah tertinggal adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, berdasarkan prinsip keadilan, memelihara lingkungan, meningkatkan partisipasi masyarakat, jejaring masyarakat sosial ekonomi dan pengembangan ICT. Dengan memberikan pengenalan materi yang berbasis untuk meningkatkan kemandirian masyarakat yaitu Pendidikan Kecakapan Hidup (Soft and Hard Skills) dan pengembangan kesiapan kerja serta pengembangan program 3 R (Reuse, Reduce, Recycling). Sementara pada daerah paska konflik lebih menekankan pada penguatan pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk jati diri dan karakter bangsa untuk membangun Social Cohesion (perekatan sosial) melalui Peace Education and Tolarance(pendidikan untuk perdamaian dan toleransi). Pengembangan program Mobil Pintar pada daerah rawan bencana bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan dan bahaya yang ditimbulkan karena perubahan iklim dan pemanasan global. Pendekatan yangdilakukan pada kawasan rawan bencana ini adalah Pendidikan Siaga Bencana (Disaster Preparedness). Dengan adanya strategi dan penanganan yang berbeda pada daerah-daerah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat didaerah tersebut. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi bagian media relation, Sdri. Jasmine Sagita (0816 980561 atau di 0899 918 2620) Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. |