|
Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Macromedia's Flash Player. Get the latest flash player. |
| Coco-Softdrink: Minuman Kesehatan dari Air Kelapa |
|
Di tengah semakin meningkatnya konsumsi berbagai ragam minuman ringan berlabel "minuman kesehatan" oleh masyarakat, terbuka satu peluang untuk memproduksi minuman kesehatan yang alamiah dari air kelapa. Minuman yang dikenal sebagai coco-softdrink ini mempunyai khasiat menyembuhkan kesulitan buang air kecil (urinaruy disorders). Perintis industri minuman ringan alamiah ini adalah sebuah perusahaan di Filipina, yang memang dikenal sebagai salah satu negara industri kelapa utama di dunia (Food Marketing & Technology, Dec. 1992).
Produksi coco-softdrink ini membuka peluang pemanfaatan limbah air kelapa (tua) yang selama ini banyak terbuang. Di Indonesia, pemanfaatan limbah air kelapa masih amat terbatas, yang paling menonjol hanyalah sebagai bahan baku nata de coco atau "Sari Kelapa". Meskipun sebenarnya air kelapa dapat diproses lebih lanjut untuk menghasilkan asam cuka (vinegar), alkohol, minuman anggur, dan cairan infus.
Air kelapa yang berasal dari buah kelapa yang berumur lebih dari 7 bulan biasanya memiliki rasa yang istimewa. Rasa manisnya cukup dan didukung oleh flavor kelapa yang khas. Selain itu air kelapa ini mengandung berbagi zat makanan (nutrient) yang penting, antara lain: nitrogen, phosphor, kalium, magnesium, chlor, gula, asam askorbat, lemak, karbohidrat dan mineral lain.
Pengembangan softdrink air kelapa ini didorong oleh kegemaran masyarakat terhadap air kelapa muda sebagai penghilang dahaga. Namun, berbeda dengan air kelapa muda, yang tua sudah kehilangan rasa manis dan seringkali berasa asin, meskipun flavor kelapanya masih cukup kuat. Di sinilah letak tantangannya, bagaimana memperbaiki citarasa air kelapa tua untuk menyamai citarasa yang muda.
Untuk mencapai cita rasa yang diharapkan, ternyata yang harus dilakukan tidak hanya penambahan gula, melainkan juga harus dilakukan "pengaturan" derajad keasaman (pH) sebesar 4,2 dan total padatan terlarut sebesar 10-12%, serta kandungan natrium sitrat sebesar 0.1 -0.15%. Proses pengolahan untuk mencapai kondisi di atas dilakukan dalam beberapa tahapan. Yang pertama air kelapa segar disaring dan kemudian dipasteurisasi. Selanjutnya dilakukan penyesuaian total padatan terlarut dan pH dengan penambahan gula dan asam serta bahan pengawet. Larutan ini kemudian disentrifugasi (dipusingkan) dan dipasteurisasi sekali lagi. Akhirnya produk tersebut dapat dikemas dalam karton atau botol. Produk ini juga dapat dikarbonasi (gas CO2).
Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan kotoran yang tercampur dalam air kelapa, misalnya serpihan sabut kelapa, rambut pekerja dll. Pateurisasi akan mematikan jasad renik yang dapat melakukan fermentasi dan menggumpalkan beberapa senyawa yang ada di dalam air kelapa. Akhirnya, sentrifugasi diperlukan untuk menjernihkan cairan ini. Jika pasteurisasi dilakukan dengan baik maka produk ini akan dapat bertahan selama 6 bulan atau lebih dalam penyimpanan suhu kamar (28-32oC). Berdasarkan survei di Filipina, produk coco-softdrink disukai oleh konsumen terutama yang dikarbonasi. (BW)
|