|
Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Macromedia's Flash Player. Get the latest flash player. |
| Makanan Fungsional |
|
Membanjirnya produk pangan eksklusif berlabel kesehatan, mulai dari rumput laut, sari pati ayam, sari hati ikan hiu, sampai "susu pinter" telah merangsang masyarakat untuk mengkonsumsinya. Demikian pula halnya dengan "minuman berkhasiat" yang konon dapat menyegarkan dan memberi pasokan tenaga ekstra dalam waktu singkat. Salah satu pemicu merebaknya pemasaran produk pangan yang umumnya produksi luar negeri tersebut adalah kegiatan penjualan langsung dari rumah ke rumah oleh para distributor dari berbagai perusahaan Multi Level Marketing.
Sebagai perkembangan lebih lanjut, kini muncul produk pangan yang secara nutrisi telah dimodifikasi, dan secara terbuka (dalam labelnya) diklaim memiliki khasiat kesehatan tertentu. Produk pangan jenis ini dikenal sebagai makanan fungsional (functional food), atau di Jepang disebut FOSHU (Food for Specified Health Use), yang antara lain mencakup minuman yang mengandung mineral (kalsium), vitamin dan serat terlarut (soluble fibre), termasuk biskuit rendah kalori yang diperkaya
Makanan fungsional harus memenuhi kriteria yang berkaitan dengan dasar (ilmiah) klaim kesehatan, takaran dan keamanan konsumsi, serta bentuk penyajian yang tentu saja, harus berbeda dengan produk obat-obatan.
Dalam regulasi FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, yang diintroduksikan dua tahun yang lalu, telah dijinkan beberapa jenis klaim kesehatan untuk produk pangan. Pangan yang disetujui pelabelannya harus mengandung nutrien yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu memiliki pengaruh positif terhadap risiko penyakit (misalnya: kalsium), atau nutrien yang dikhawatirkan (misalnya: lemak) di bawah kadar tertentu.
Klaim khasiat yang diijinkan oleh FDA mencakup 7 hubungan, antara lain: antara kalsium (Ca) dengan pengurangan risiko osteoporosis (keropos tulang), atau antara natrium (Na) ádengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak untuk hubungan antara serat dengan kanker, juga tidak untuk seng (Zn) dengan fungsi kekebalan. (BW)
|