|
Page 1 of 9 KONSEP PEMBELAJARAN MOPIN BELAJAR YANG MENYENANGKAN (JOYFUL LEARNING) DAN BERMAKNA (MEANINGFUL LEARNING) BAGI ANAKA. Bagaimanakah anak belajar Konsep pembelajaran yang dibangun dalam Mopin adalah berlandaskan pada bagaimana seharusnya anak belajar ( How children learn ? ) dan apa yang seharusnya dipelajari oleh anak ( what children learn ? ). Menurut para ahli bahwa anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Melalui lingkungan inilah anak berperan aktif dalam proses perkembangan dirinya, termasuk dalam membangun pengetahuan dan ketrampilan yang harus dikuasainya. Proses belajar anak terjadi melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya. Berikut ini beberapa faktor yang mendukung terjadinya proses belajar pada anak : 1. Nyaman Anak dapat belajar dengan baik apabila ia merasa nyaman dengan lingkungannya. Rasa nyaman bukan hanya karena ruangan yang sejuk melainkan bagaimana setiap anak merasakan bahwa ia ada di lingkungan yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, seperti yang mereka dapatkan di lingkungan keluarganya. Para ahli myakini bahwa ada keterkaitan erat antara perasaan nyaman, diterima, dan dicintai dengan kemampuan anak belajar. Program Mopin berupaya menghadirkan rasa nyaman pada anak melalui para tutor dan astor yang memilki kepedulian dan rasa cinta terhadap anak-anak.  Para ahli neurologi menyatakan bahwa apabila rasa nyaman ini sudah diperoleh anak, maka otak anak akan mengeluarkan zat ephineprine yang membuat anak merasa senang, rileks, dan zat tersebut mendorong syaraf bagian kortek siap untuk menerima pembelajaran. Sebaliknya anak yang merasa tertekan sejumlah hormon yang disebut cortisol akan meningkat dan akan mempengaruhi metabolisme tubuh, sistem kekebalan tubuh serta merusak sejumlah jaringan synaps yang menghubungkan antar sel otak. Stress yang berkepanjangan akan memberikan dampak negatif terhadap keterlambatan perkembangan anak. Lingkungan yang nyaman sangat dipengaruhi oleh sikap hangat dan terbuka yang ditampilkan oleh para pendidik. Perhatian, kasih sayang, dan bentuk perlindungan yang tidak berlebihan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 2. Melakukan sendiri Cara belajar terbaik yang dilakukan anak adalah mereka terlibat secara aktif. Pembelajaran pada anak merupakan proses hubungan timbal balik antara anak dengan lingkungan, dengan alat dan bahan bermain yang digunakan, dengan teman sepermainan, dan antara anak dengan pendidik atau orang dewasa yang ada di sekitarnya. Anak hendaknya diajak terlibat langsung menggunakan seluruh panca inderanya. Ketika anak mendengar, melihat, meraba, mencium, mengecap, sesungguhnya anak sedang belajar menjelajah lingkungannya untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan. Mopin merancang pembelajaran yang membolehkan anak untuk mengamati, merasakan, melakukan sendiri, melakukan ujicoba dengan menggunakan berbagai media seperti : buku, alat permainan, komputer,TV dan bahan belajar lainnya sebagai sarana untuk membangun pengetahuan. Dengan demikian diharapkan akan tumbuh menjadi anak yang kritis, mandiri, serta memiliki motivasi belajar lebih baik.
3. Diulang-ulang Kemampuan anak akan tercapai apabila diberi kesempatan untuk melakukan secara berulang-ulang dan teratur. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berulang akan memperkuat konsep, pengetahuan maupun keterampilan yang dikuasainya sehingga mencapai kematangan dan siap menjadi dasar bagi pengembangan kemampuan yang lebih tinggi. Kegiatan pembelajaran yang berulang-ulang diupayakan tidak membuat anak bosan dan tetap tertarik untuk terlibat di dalamnya. Karenanya pendidik dan tutor mopin selalu menyediakan berbagai variasi kegiatan main yang berbeda dengan tujuan yang sama.
4. Pengalaman bermakna Bagi anak bermain adalah belajar. Dalam bermain anak belajar melihat, mendengar, merasakan, mencicipi rasa, menyentuh segala macam obyek yang ditemukannya. Kesemuanya itu membuka kesempatan bagi anak untuk menemukan dan mengembang kemampuan fisiknya, membangun hubungan dengan teman-teman dan orang di sekitarnya, mengembangkan daya imajinasi, pengembangkan fungsi psikologis yang meliputi: berpikir kreatif, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan untuk keluar dari rasa ketakutan dan kecemasan, meningkatkan kemampuan pemahaman tentang sesuatu yang baru, meningkatkan keterampilan dengan menggunakan alat bermain, dan meningkatkan kemampuan bahasa. Pembelajaran yang bermakna tidak difokuskan untuk mengembangkan kemampuan salah satu aspek, melainkan mendukung perkembangan semua aspek secara utuh. Saat anak belajar tidak hanya bertumpu pada pengembangan kognitif , tetapi kemampuan kognitif dijadikan sebagai pijakan untuk mengembangkan kematangan sosial, emosional yang lebih tinggi serta aspek lain secara holistik. Pengalaman bermakna terbangun apabila segala hal yang dipelajari anak terkait dengan kehidupannya, dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimilikinya sebelumnya.
5.Membangun pemahaman tentang dunianya sendiri Anak sebagai pembelajar aktif yang senantiasa merespon segala informasi yang dirasakan inderanya. Mereka melihat segala sesuatu sesuai dengan pikirannya yang kadang berbeda dengan pemikiran orang dewasa. Dengan pikirannya anak membangun pengetahuan dan pemahamannya tentang dunia.
B.APA YANG DIPELAJARI ANAK Mengembangkan anak secara utuh merupakan konsep belajar dari Mopin. Mengacu pada teori Multiple Intellegency bahwa: setiap anak memiliki 8 kecerdasan (intelegensi), yakni kecerdasan bahasa, kecerdsan logikal matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan bodi kinestik, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan natural. Dengan berlandaskan pada teori tersebut program mopin berusaha diarahkan untuk mengembangkan berbagai kecerdasan pada anak. Menyadari keterbatasan yang ada dan tidak ada cara yang standar untuk menjadikan orang menjadi lebih cerdas, kegiatan belajar mopin diupayakan menggunakan berbagai cara yang sesuai dengan minat dan gaya belajar anak sehingga diharapkan akan menghantarkan anak lebih cerdas.
Untuk mendukung berkembangnya multiple intelegency pada anak pembelajaran mopin dilakukan dengan menggunakan pendekatan terpadu (integrated learning). Dengan menggunakan tema pembelajaran mopin berisi konsep-konsep untuk mengembangkan moral dan nilai- nilai agama, bahasa Sains , Studi sosial dan Seni. Secara lebih terperinci bahwa pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan aspek-aspek sbb: Moral dan nilai agama dengan fokus pada pengembangan perilaku yang sesuai nilai-nilai budaya, pembiasaan perilaku hidup beragama termasuk melakukan ibadah dan mengenalkan keberadaan Tuhan sebagai pencipta serta perilaku peduli terhadap ciptaan Tuhan. Berbahasa fokus pada pengembangan kemampuan menggunakan bahasa secara aktif dalam berkomunikasi (ekspresif,) kemampuan memahami bahasa secara pasif (reseptif), mengenal keaksaraan, dan membangun kecintaan terhadap buku. Kesehatan Fisik dan jasmani fokus pada pengembangan koordinasi, mengontrol dan penguatan gerakan kasar, gerakan halus, dan kepekaan sensori. Berpikir logis dengan fokus mengetahui hubungan sebab akibat, kritis dalam menghadapi kejadian, mampu memberi alasan yang jelas, memecahkan masalah dan memiliki berbagai alternatif dalam melakukan kegiatan main. Kemampuan Sosial emosional dengan fokus pada pengembangan konsep diri positif, memahami kebutuhan diri sendiri, kemampuan bergaul dengan teman dan orang dewasa, mengontrol diri/emosi, memahami dan mengikuti aturan, mengenal lingkungan alam, kehidupan di lingkungan sosial dan membangun sikap positif terhadap belajar. Seni fokus pada pengembangan kepekaan terhadap irama, nada,birama, dan berbagai bunyi, serta menghargai hasil karya yang kreatif.
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >> |